DERAPWAKTU.COM,  HYDERABAD – Perselisihan utang senilai hanya ₹10.000 atau sekitar Rp1,8 juta berakhir tragis di Hyderabad, India. 

Seorang pria berusia 35 tahun tewas setelah diserang secara brutal dengan senjata tajam di tengah permukiman padat.

Sementara itu, video kejadian yang memperlihatkan warga hanya menyaksikan insiden tersebut memicu gelombang kecaman di media sosial.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 15.10 waktu setempat di Singareni Colony, wilayah Saidabad, Hyderabad, Negara Bagian Telangana. 

Korban diketahui bernama Fasi Ahmed Ameer, mantan sopir bajaj yang kini berjualan pakaian.

Menurut hasil penyelidikan kepolisian dan laporan media lokal, pelaku bernama Suman diduga menyerang korban menggunakan parang panjang yang biasa dipakai untuk membelah kelapa. 

Data dihimpun, Rabu (5/8/2026), serangan itu menyebabkan luka berat di bagian kepala, leher, dan tangan korban.

Korban sempat dievakuasi oleh adiknya bersama warga menggunakan bajaj menuju Osmania General Hospital. 

Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit.

Penyelidikan sementara mengungkap motif pembunuhan dipicu sengketa utang lama. Polisi menyebut Suman merupakan rentenir yang meminjamkan uang kepada korban sebesar ₹10.000 sekitar dua tahun lalu.

Selain persoalan utang pribadi, korban disebut kerap membela warga lain saat pelaku melakukan penagihan pinjaman secara agresif. 

Konflik tersebut beberapa kali memicu pertengkaran sebelum akhirnya berujung aksi pembunuhan.

Video amatir yang beredar luas memperlihatkan puluhan orang berada di sekitar lokasi, namun tidak ada yang berani menghentikan aksi pelaku. Kondisi itu menuai kritik tajam dari publik.

Berdasarkan keterangan saksi dan analisis kepolisian, warga mengaku ketakutan karena pelaku mengamuk sambil membawa senjata tajam. 

Para ahli juga menilai situasi tersebut mencerminkan fenomena bystander effect, yakni kecenderungan seseorang enggan bertindak ketika banyak orang lain juga menjadi saksi suatu keadaan darurat.

Setelah pelaku melarikan diri, warga baru berani mendekati korban dan memberikan pertolongan.

Hingga laporan terakhir, Kepolisian Saidabad telah membuka penyidikan kasus pembunuhan berdasarkan ketentuan hukum pidana India. 

Pelaku dilaporkan masih buron, sementara sejumlah tim khusus telah diterjunkan untuk memburu keberadaannya.

(derapwaktu.com/dw1)