DERAPWAKTU.COM, ARAB SAUDI – Sebuah video yang memperlihatkan pembangunan kota futuristik The Line di Arab Saudi ramai beredar di media sosial dan memancing decak kagum warganet.
Ttermasuk di kalangan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Kota raksasa yang dibangun membelah gurun itu disebut-sebut bakal mengubah cara manusia hidup di masa depan.
The Line merupakan bagian dari megaproyek NEOM, kawasan futuristik yang digagas pemerintah Arab Saudi sebagai bagian dari transformasi ekonomi negara tersebut.
Berbeda dengan kota pada umumnya, The Line dirancang sepanjang 170 kilometer tanpa jalan raya maupun kendaraan pribadi.
Sebagai gantinya, seluruh mobilitas mengandalkan kereta api berkecepatan tinggi dan transportasi ramah lingkungan. Kota ini juga dirancang menggunakan energi terbarukan dengan ruang hijau yang tersebar di berbagai titik sehingga penghuni tetap dapat menikmati lingkungan yang nyaman meski berada di tengah gurun.
Konsep kota itu pertama kali diperkenalkan kepada publik pada Januari 2021, sementara pengerjaan fisik dimulai pada Oktober 2021 setelah alat-alat berat diterjunkan untuk melakukan pekerjaan tanah dan fondasi.
Ambisi Besar yang Tidak Murah
The Line menjadi salah satu proyek konstruksi paling ambisius di dunia. Estimasi biaya yang semula sekitar 500 miliar dolar AS kini diperkirakan membengkak hingga mencapai sekitar 8,8 triliun dolar AS akibat kompleksitas teknis dan perubahan skala pembangunan.
Pemerintah Arab Saudi bahkan memperkirakan penyelesaian seluruh kota membutuhkan waktu sekitar satu abad. Karena itu, pembangunan dilakukan secara bertahap.
Fase pertama yang dikenal sebagai Hidden Marina ditargetkan selesai pada rentang 2030 hingga 2034. Kawasan ini akan menjadi pusat hunian vertikal mewah setinggi sekitar 500 meter di tepi Laut Merah. Stadion utama juga dirancang selesai sebelum Piala Dunia FIFA 2034.
Sementara itu, sebagian pembangunan lanjutan dilaporkan ditunda setelah 2030 agar pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI), kawasan industri, dan pelabuhan komersial Oxagon.
Baru Kurang dari Satu Persen
Meski proyek ini telah berjalan hampir lima tahun, berdasarkan data dihimpun derap waktu, Rabu (5/8/2026), realisasi keseluruhan The Line hingga 2026 masih diperkirakan kurang dari satu persen dari target panjang kota 170 kilometer.
Namun pada segmen awal sepanjang sekitar 2,4 kilometer, progres infrastruktur dasar telah berkembang cukup pesat. Struktur utama, fondasi tiang pancang, serta koridor utilitas bawah tanah dilaporkan telah selesai dipasang
Sementara tahap berikutnya difokuskan pada sistem kelistrikan dan persiapan pemasangan fasad kaca cermin raksasa.
Kota futuristik tersebut berada di Provinsi Tabuk, Arab Saudi barat laut. Jalurnya membentang dari pesisir Laut Merah dekat Sharma hingga menuju pedalaman, melintasi gurun dan pegunungan batu pasir.
Lokasinya juga strategis karena berada di dekat Mesir dan berbatasan dengan Yordania.
Kota futuristik adalah wilayah perkotaan yang dirancang menggunakan teknologi canggih, infrastruktur cerdas, dan desain arsitektur modern.
Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan hidup yang efisien, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa depan
Ditargetkan Dihuni 9 Juta Orang
The Line dirancang menjadi rumah bagi masyarakat global, mulai dari ilmuwan, pengembang teknologi AI, pengusaha, tenaga profesional, hingga warga Arab Saudi.
Pada tahap akhir nanti kota tersebut ditargetkan mampu menampung sekitar sembilan juta penduduk. Sementara fase awal diproyeksikan dihuni sekitar 300 ribu orang.
Warga Tanah Laut Ikut Takjub
Video pembangunan kota futuristik tersebut juga menarik perhatian warga Tanah Laut.
Aryno Hadi (38), warga Pelaihari, mengaku berkali-kali memutar video pembangunan The Line karena sulit percaya proyek sebesar itu benar-benar dikerjakan.
"Saya sempat mengira itu hanya animasi komputer. Setelah tahu memang sedang dibangun, saya benar-benar kagum. Teknologi yang mereka gunakan luar biasa," ujarnya.
Hal senada disampaikan Santi Vena (30), warga Pelaihari. Menurutnya, proyek tersebut menjadi bukti bahwa manusia mampu mewujudkan gagasan yang selama ini hanya ada dalam film fiksi ilmiah.
"Semoga suatu hari nanti saya bisa melihat langsung kota itu. Video yang beredar benar-benar membuat saya membayangkan seperti apa kehidupan manusia puluhan tahun ke depan," katanya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)