DERAPWAKTU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) memperkuat strategi memburu kasus tuberkulosis (TB) yang selama ini kerap tidak terdeteksi.
Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tala menegaskan bahwa sebanyak 41 lokus akan menjadi sasaran program tracking TB hingga November mendatang.
Langkah tersebut menjadi fokus utama Rakor P2P yang digelar di Banjarmasin, Selasa (28/7/2026), sebagai upaya mempercepat penemuan kasus, memutus rantai penularan, sekaligus meningkatkan angka kesembuhan penderita TB di Kabupaten Tanah Laut.
Rakor dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut Ismail Fahmi mewakili Bupati Tanah Laut dan dihadiri unsur Forkopimda.
Hadir pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, instansi vertikal, organisasi perangkat daerah, camat, lurah, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, BPJS Kesehatan, serta berbagai mitra pembangunan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, dr Isna Farida, mengatakan Rakor P2P merupakan agenda tahunan yang bertujuan menyamakan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program pencegahan dan pengendalian penyakit.
" Tahun ini kegiatan diikuti sekitar 128 peserta dari berbagai unsur," papar Isna.
Menurutnya, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengemban enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, dengan percepatan penanggulangan TB sebagai salah satu prioritas nasional yang harus mendapat dukungan bersama.
"Tahun ini Kabupaten Tanah Laut mendapat program tracking TB di 41 lokus dengan sasaran 100 orang hingga November. Kami tidak bisa bekerja sendiri.
Dukungan pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, perangkat daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat sangat dibutuhkan agar target pengendalian TB dapat tercapai," ujar Isna.
Untuk memperkuat kolaborasi, Rakor juga menghadirkan perwakilan Kelurahan Peduli TB. Keterlibatan mereka diharapkan mampu memperluas edukasi kepada masyarakat sekaligus mempercepat pelacakan kontak erat dan pendampingan pasien selama menjalani pengobatan.
Warga Pelaihari, Noor Fauzi, mengapresiasi langkah Pemkab Tanah Laut yang mulai melibatkan banyak pihak dalam penanganan TB.
Menurutnya, penyakit tersebut masih sering dipandang sebelah mata sehingga diperlukan edukasi yang lebih masif hingga ke tingkat RT.
"Program seperti ini sangat baik. Harapannya masyarakat semakin sadar pentingnya memeriksakan diri lebih awal jika mengalami gejala TB, sehingga penularan bisa dicegah," katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Siti Misbah, warga Kecamatan Bati-Bati. Ia berharap pelaksanaan pelacakan TB tidak hanya dilakukan di pusat kecamatan, tetapi juga menjangkau desa-desa yang akses layanan kesehatannya masih terbatas.
"Semoga petugas kesehatan rutin turun ke lapangan agar masyarakat di pelosok juga mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan. Dengan begitu, semakin banyak penderita yang bisa ditemukan dan diobati sampai sembuh," harapnya.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Tanah Laut berharap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
Khususnya tuberkulosis, dapat berjalan lebih efektif sehingga kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)