Angka tersebut menjadi salah satu catatan penting saat rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tala resmi ditutup di Halaman Pertasi Kencana, Sabtu (22/8/2026) malam.
Wakil Bupati Tala HM Zazuli mengatakan, perputaran uang selama pelaksanaan pekan raya menunjukkan bahwa kegiatan perayaan dapat dirancang tidak hanya sebagai ruang rekreasi masyarakat, tetapi juga sebagai stimulus bagi aktivitas ekonomi lokal.
"Perputaran uang yang terlibat dalam pekan raya ini mencapai Rp 923 juta. Ini adalah bukti nyata bahwa event semacam ini tidak hanya meriah, tetapi juga berdampak langsung pada roda perekonomian masyarakat," ujarnya di hadapan ribuan pengunjung.
Ekonomi Lokal Jadi Wajah Lain Perayaan Kemerdekaan
Ketika masyarakat datang, pelaku UMKM mendapatkan ruang berjualan, pelaku usaha memperoleh konsumen, sementara berbagai komunitas memiliki panggung untuk memperkenalkan kreativitasnya.
Karena itu, H Zazuli memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut menopang kegiatan tersebut, mulai panitia, perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, perusahaan daerah, pelaku UMKM, sponsor hingga masyarakat.
Namun, menurutnya, ukuran keberhasilan Pekan Raya Kemerdekaan tidak semata-mata dapat dilihat dari besarnya transaksi.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang sosial yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar.
Di dalamnya terdapat proses interaksi, pertukaran gagasan, ekspresi budaya hingga pembentukan rasa memiliki terhadap daerah.
"Potensi besar yang kita miliki akan menjadi kekuatan luar biasa jika seluruh masyarakat saling mendukung," tegasnya.
Dari Panggung Hiburan Menuju Modal Sosial
Wabup HM Zazuli menilai semangat kebersamaan selama perayaan harus memperoleh kesinambungan setelah seluruh agenda berakhir.
Kemerdekaan, menurutnya, tidak cukup ditempatkan sebagai memori tahunan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi kerja kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan.
Pesan itu menjadi relevan bagi Tala yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi masyarakat.
Event publik, jika dikelola secara terarah, dapat menjadi titik temu antara kebudayaan, kreativitas, UMKM dan partisipasi warga.
Karena itu, penutupan Pekan Raya Kemerdekaan Tala 2026 bukan sekadar menurunkan tirai sebuah perayaan.
Ia meninggalkan pertanyaan yang lebih substantif: bisakah energi kebersamaan dan geliat ekonomi sebesar Rp 923 juta tersebut diteruskan menjadi kekuatan pembangunan setelah panggung kemerdekaan benar-benar dibongkar?
Sorak-sorai ribuan pengunjung dan pertunjukan seni terakhir menutup malam itu. Pekan Raya Kemerdekaan Tala 2026 resmi berakhir, tetapi semangat kolaborasi yang dibangunnya diharapkan tetap hidup dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)