Spirit itulah yang mengemuka dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD) X Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Forum kaderisasi ini ditempatkan sebagai ruang untuk mengasah nalar intelektual sekaligus menyiapkan calon pemimpin yang memiliki integritas dan kepedulian sosial.
Mengusung tema “Membentuk Kader Pergerakan yang Kritis dalam Gerak Fikir Intelektual dan Kepemimpinan Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan berlangsung 22–23 Agustus 2026 di Pelaihari.
PKD dibuka Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli di Aula Kediaman Wakil Bupati, Sabtu (22/8/2026).
Bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, kaderisasi mahasiswa memiliki posisi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
HM Zazuli mengapresiasi konsistensi PMII dalam menjaga proses kaderisasi sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Ia menegaskan, Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak berhenti pada kemampuan akademik.
Lebih dari itu, diperlukan anak muda yang mampu berpikir kritis, memiliki integritas, serta memiliki kapasitas kepemimpinan.
Namun, HM Zazuli mengingatkan bahwa berpikir kritis tidak identik dengan sekadar mempertanyakan atau mengkritik.
Sikap kritis harus dibangun di atas objektivitas, argumentasi yang rasional dan etika.
“Kritik jangan hanya berhenti pada persoalan. Harus ada gagasan dan solusi yang bisa ditawarkan,” pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam proses kaderisasi.
Pandangan itu menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai kelompok yang mengamati perubahan, tetapi sebagai bagian dari generasi yang dipersiapkan untuk ikut menentukan arah perubahan.
Melalui PKD, kader PMII didorong memperluas perspektif, memahami problematika masyarakat, mengembangkan kemampuan berpikir, sekaligus belajar mengambil tanggung jawab dalam organisasi.
Bekal tersebut dinilai akan menjadi penting ketika para kader kelak memasuki berbagai ruang pengabdian, baik pemerintahan, politik, dunia usaha, dunia kerja maupun profesi lainnya.
HM Zazuli juga mengingatkan agar pengalaman berorganisasi tidak membuat kader kehilangan idealisme.
Sebaliknya, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama proses kaderisasi harus diterjemahkan menjadi kebermanfaatan yang lebih luas.
Dengan demikian, PKD X PMII Tanah Laut bukan semata agenda rutin organisasi. Di dalamnya terdapat ikhtiar menyiapkan generasi yang mampu menggabungkan ketajaman berpikir, keberanian bersikap, kematangan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial—empat modal yang akan menentukan kualitas generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)