Penguatan kapasitas itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis Penyusunan Spesifikasi Teknis dan Perkiraan Biaya/Harga dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang digelar Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Laut di Aula Kecamatan Pelaihari, Kamis (20/8/2026).
Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), tim teknis, tim pendukung pengelolaan PBJ serta unsur terkait dari perangkat daerah.
Dalam sambutan Bupati Tanah Laut yang disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Masturi, ditekankan bahwa kualitas pengadaan sangat bergantung pada ketepatan sejak tahap perencanaan.
Spesifikasi teknis harus disusun secara jelas dan terukur agar barang atau jasa yang dibeli benar-benar sesuai kebutuhan.
Sementara perkiraan biaya atau harga perlu disusun berdasarkan data, kondisi pasar, karakteristik barang dan jasa serta ketentuan yang berlaku.
Dua aspek tersebut menjadi fondasi agar proses pengadaan berlangsung efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Lebih jauh, ketepatan perencanaan diharapkan dapat mencegah keraguan maupun hambatan yang berujung pada lambatnya realisasi program.
Pemkab Tala juga mengingatkan bahwa pemahaman PBJ bukan hanya menjadi urusan tim teknis atau KPA.
Kepala perangkat daerah selaku PA juga perlu memahami aspek teknis pengadaan dan mengikuti perkembangan regulasi.
Hal itu penting agar keputusan tidak tertahan karena kekhawatiran atau ketidakpahaman terhadap aturan.
Dengan aparatur yang semakin kompeten, proses pengadaan diharapkan lebih cepat tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.
Warga Menunggu Dampaknya
Bagi masyarakat, penguatan kompetensi aparatur pada akhirnya harus bermuara pada satu hal: lebih cepatnya manfaat pembangunan dirasakan warga.
“Kalau perencanaan dan pengadaannya tepat, tentu kami berharap pembangunan juga tidak berlarut-larut. Masyarakat kan yang paling menunggu hasilnya,” kata Rudi, warga Pelaihari, Jumat (21/8/2026).
Pandangan serupa disampaikan Siti, warga Kecamatan Bajuin. Menurutnya, kemampuan aparatur dalam memahami proses pengadaan penting agar program yang sudah dianggarkan tidak terlalu lama terealisasi.
“Anggaran itu kan untuk kepentingan masyarakat. Kalau prosesnya cepat, tepat dan sesuai aturan, tentu manfaatnya juga lebih cepat sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Penguatan kapasitas PBJ pun menjadi bagian penting dari upaya memastikan setiap rupiah anggaran daerah tidak sekadar terserap secara administratif, tetapi benar-benar berubah menjadi program dan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tanah Laut.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)