DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Di era media sosial, kritik tidak selalu disampaikan melalui mimbar demonstrasi atau deretan kalimat panjang.
Ketika keluhan berulang tak kunjung menemukan titik akhir, masyarakat sering memilih satire sebagai medium untuk menyampaikan kegelisahan. Itulah yang kini terjadi di Kalimantan Selatan.
Sejak Kamis (30/7/2026) malam, sebuah meme bergambar piala dengan tulisan "PLN Juara 1 Kalimantan Selatan, Terbaik Se-Indonesia Dalam Bidang Mati Lampu" ramai beredar di berbagai grup WhatsApp dan platform media sosial. Termasuk di Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Dalam hitungan jam, gambar tersebut menyebar luas dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Bagi sebagian warga, meme itu bukan sekadar humor. Ia menjadi simbol akumulasi kekecewaan setelah pemadaman listrik berulang kali terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas rumah tangga, dunia usaha, pelayanan publik, hingga proses belajar masyarakat.
"Kalau listrik terus padam, pekerjaan ikut terhambat. Meme itu mungkin lucu, tetapi pesan di baliknya sangat serius. Kami hanya ingin pelayanan listrik kembali normal," ujar Saryono, warga Pelaihari, Jumat (31/7/2026).
Pendapat serupa disampaikan Barniyah, warga Pelaihari lainnya. Menurutnya, masyarakat mulai lelah menghadapi kondisi yang berulang.
"Kami memahami setiap gangguan pasti ada penyebabnya. Namun, masyarakat juga berharap ada kepastian kapan persoalan ini benar-benar selesai. Jangan sampai kepercayaan publik semakin menurun," katanya.
Sebelumnya, persoalan pemadaman listrik juga telah memicu aksi unjuk rasa di Banjarmasin, Banjarbaru, hingga Kabupaten Tanah Laut.
Berbagai elemen masyarakat mendesak agar penanganan dilakukan lebih cepat dan pelayanan kepada pelanggan segera kembali normal.
Menanggapi situasi tersebut, Manajemen PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa seluruh personel terus bekerja melakukan pemulihan sistem kelistrikan.
Berbagai langkah teknis telah dilakukan, antara lain perbaikan jaringan, penguatan sistem, pemeliharaan peralatan, serta percepatan penanganan di titik-titik yang mengalami gangguan.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Perusahaan menargetkan proses pemulihan dapat selesai pada awal Agustus 2026 sehingga keandalan pasokan listrik kembali terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung normal.
Viralnya meme tersebut menjadi pengingat bahwa di balik sebuah satire, tersimpan harapan besar masyarakat agar pelayanan publik semakin baik.
Sebab, ketika kritik mulai diwujudkan dalam humor, yang sesungguhnya sedang berbicara adalah harapan agar persoalan segera menemukan penyelesaiannya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)