DERAPWAKTU.COMPELAIHARI – Prestasi akademik bukan satu-satunya ukuran kesiapan generasi muda menghadapi masa depan. 
Mental tangguh, akhlak, etika, daya juang dan kemampuan beradaptasi justru menjadi bekal yang tak kalah penting.

Pesan itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, saat menghadiri puncak Hari Lahir ke-10 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Tanah Laut yang dirangkai dengan VESTRA 10 di Gedung Ainun Habibi MAN IC Tala, Sabtu (29/8/2026).

Hj Dian menilai, dunia yang dihadapi generasi muda ke depan akan makin kompleks. Karena itu, siswa tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga harus ditempa agar memiliki keberanian menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah.

“Buktikan bahwa generasi muda saat ini bukan generasi yang lemah dan manja. Pemimpin dan kepemimpinan bukan soal usia. Siapa pun bisa menjadi pemimpin jika memiliki kemampuan, mental dan kemauan untuk berproses,” tegasnya.

Menurut Hj Dian, masa sekolah merupakan fase penting untuk membangun fondasi masa depan. Para siswa diminta tidak hanya mengejar hasil, tetapi menikmati dan menjalani setiap tahapan proses dengan sungguh-sungguh.

“Cita-cita tidak akan berarti jika proses tidak kita ikuti. Hasil memang banyak campur tangan Allah yang menentukan, tetapi proses adalah hal terpenting. Ketika kita mampu menjalani proses dengan baik, itulah kemenangan yang sesungguhnya,” ujarnya.


Rumah dan Sekolah Harus Sejalan

Dian juga mengingatkan bahwa pembentukan karakter anak tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah.

Keluarga, menurutnya, memiliki posisi strategis karena rumah merupakan madrasah pertama bagi seorang anak. Sementara sekolah menjadi perpanjangan tangan keluarga dalam memberikan pendidikan dan membentuk karakter.

Ia pun mengapresiasi MAN IC Tala yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi di luar kemampuan akademik melalui berbagai kegiatan, termasuk VESTRA 10.

Ajang tersebut tidak hanya mempertemukan pelajar SMP/MTs dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan bakat dan membangun kepercayaan diri.

“VESTRA bukan hanya tentang mencari juara, tetapi bagaimana menemukan potensi-potensi anak yang mungkin selama ini masih tersembunyi karena malu atau belum memiliki ruang untuk tampil,” kata Dian.

Ia berharap VESTRA dapat terus digelar dan berkembang sehingga semakin banyak anak muda memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar berkompetisi secara sehat.


Warga: Pendidikan Karakter Tak Boleh Terabaikan

Pesan tentang pentingnya membangun mental dan karakter generasi muda mendapat respons positif dari masyarakat.

Rina, warga Pelaihari, menilai pendidikan karakter memang perlu berjalan beriringan dengan prestasi akademik. 

Menurutnya, kemampuan menghadapi kegagalan dan bangkit kembali merupakan bagian penting yang perlu ditanamkan sejak bangku sekolah.

“Anak-anak jangan hanya didorong mengejar nilai. Mereka juga perlu diajarkan disiplin, tanggung jawab dan berani menghadapi kegagalan,” ujarnya.

Senada, Fahmi, warga Tanah Laut, mengatakan kegiatan seperti VESTRA memberikan ruang positif bagi pelajar untuk belajar tampil, berkompetisi dan mengenali kemampuan dirinya.

“Yang penting bukan hanya siapa yang menang. Anak-anak mendapat pengalaman, keberanian dan teman baru. Itu juga bekal untuk masa depan,” katanya.

Bagi MAN IC Tala, memasuki usia satu dekade bukan sekadar momentum mengenang perjalanan lembaga pendidikan. 

Tantangan berikutnya adalah memastikan sekolah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, kokoh dalam karakter dan siap menghadapi perubahan zaman.

(derapwaktu.com/roy)