DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  – Lahan yang sebelumnya belum optimal dimanfaatkan terus didorong menjadi areal produktif untuk memperkuat produksi pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

Salah satunya melalui percepatan tanam padi pada lahan CSR/cetak sawah rakyat.

Dari target pengembangan seluas 640 hektare, hingga kini sekitar 103 hektare telah ditanami padi. 

Percepatan tersebut kembali dilakukan melalui gerakan tanam bersama Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto di Desa Liang Anggang, Kecamatan Bati-Bati, Senin (5/10/2026).

Dalam kegiatan itu, sekitar 2 hektare lahan ditanami secara bersama sebagai bagian dari upaya mempercepat pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan luas tanam padi di daerah.

Bupati H Rahmat mengatakan, optimalisasi lahan CSR dan cetak sawah rakyat merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan produksi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan.

Tak hanya menambah luas areal tanam, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap perlindungan tanaman. 

Secara simbolis, Bupati menyerahkan bantuan rodentisida kepada Gapoktan Adil Makmur untuk membantu pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Percepatan pengelolaan lahan tersebut dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani, serta unsur TNI dan Polri di tingkat wilayah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Tanah Laut, Camat Bati-Bati, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Tanah Laut, Kepala Desa Liang Anggang, PPL Kecamatan Bati-Bati, Brigade Pangan dan Gapoktan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Bagi masyarakat, pemanfaatan lahan baru untuk pertanian dinilai penting, terlebih sektor pangan berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Harapannya bukan hanya lahannya ditanami, tetapi benar-benar bisa menghasilkan dan memberikan manfaat bagi petani. Kalau produksi meningkat, tentu ketahanan pangan daerah juga semakin kuat,” ujar Rahimi, warga Pelaihari. 

Warga lainnya, Warhami, berharap program optimalisasi lahan tersebut dilakukan secara berkelanjutan, termasuk pendampingan kepada petani setelah proses tanam.

“Mudah-mudahan petani tidak hanya mendapat bantuan saat mulai tanam. Pendampingan sampai panen juga penting, termasuk pengendalian hama dan pemasaran hasilnya,” harapnya.

Dengan target 640 hektare, percepatan tanam pada lahan CSR/cetak sawah rakyat menjadi salah satu bagian dari upaya Tanah Laut memperluas basis produksi pangan. Tantangannya kini bukan hanya memastikan lahan tertanam, tetapi menjaga tanaman hingga menghasilkan panen yang optimal dan memberi nilai ekonomi bagi petani.

(derapwaktu.com/roy)